“Sekarang, susah mi dapat cumi sama gurita,” keluh Daeng Nambong di suatu siang. Ia beserta dua warga lainnya tengah duduk di atas bale-bale yang berdiri tepat di depan rumah miliknya....
Tulisan ini bercerita tentang pengalaman belajar penulis dalam mengamati proses kegiatan merajut di Pulau Satangnga yang melibatkan organisasi rakyat Passe’reanta dan komunitas luar pulau dari Artani Bulk Store Makassar. Kegiatan...
Jalepa membawa saya dan ketiga pegiat CTM lainnya meninggalkan Pulau Satangnga. Arus ombak cukup baik pagi ini, tapi tetap mampu menggoyang perahu tak bercadik yang kami kendarai. Berangsur singkat, Aco...
Pada bagian kedua ini, saya akan melanjutkan kisah para patorani dalam tulisan Patorani di Bauluang: Sebuah Catatan Reflektif dari Lapangan (Bagian 1). Dalam tulisan ini, saya menjelaskan tiga hal. Pertama, penjelasan...
Masyarakat Tanakeke secara umum meyakini kalau Pulau Satangnga pertama kali didiami oleh para nelayan dari Galesong.¹ Pada mulanya Pulau Satangnga adalah tempat persinggahan. Dahulu nelayan-nelayan Galesong seringkali singgah ke pulau...
Berbekal pengalaman selama di kampung, tulisan ini mencoba menceritakan kisah nelayan patorani di Bauluang. Sebagai orang dari luar komunitas, selalu ada jarak antara saya dengan mereka (para patorani). Namun, sebagaimana...
Kami bersama Daeng Bau dan suaminya, Daeng Tika, sedang mengobrol di teras rumahnya sejak sore. Rumah mereka tidak jauh dari tempat kapal-kapal nelayan biasanya bersandar di Pulau Satangnga, Kepulauan...
Tulisan sederhana ini merupakan hasil dari proses belajar bersama-sama dengan organisasi perempuan di Pulau Satangnga, Takalar: Passe’reanta. Dalam tulisan ini akan disajikan beberapa proses Passe’reanta dalam menangani urusan-urusan administratif...
Tulisan ini adalah seri "cerita dari kampung" yang ditulis setelah melakukan proses belajar dan listening survey di Pulau Bauluang, Kepulauan Tanakeke, Takalar